BIKERS BROTHERHOOD MC – INDONESIA

www.bikersbrotherhood.id

BBMC berdiri atas dasar kesamaan pendapat dan ide yang telah dibentuk atau didirikan pada tanggal 13-06-1988 (tigabelas Juni tahun seribu sembilanratus delapanpuluh delapan) di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Negara Indonesia untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya. Selanjutnya pada tanggal dan tempat tersebut di atas ditetapkan dan  diperingati setiap tahun sebagai perayaan Hari Ulang Tahun BBMC.

Organisasi ini bernama BIKERS BROTHERHOOD MC atau disingkat BBMC



Five Principal :
Brotherhood – Loyal – Respect – Honor – Pride

PAKTA INTEGRITAS

“Tunduk dan patuh terhadap 5 (lima) asas Hukum Adat dan segala ketentuan yang tercantum dalam buku AD ART BBMC.”
“Setia, taat dan menjaga lambang organisasi, lembaga-lembaga BBMC.”
“Menjaga kehormatan dan menjunjung tinggi nama baik organisasi dan individu BBMC.”
“Turut serta menjaga stabilitas keamanan, ketentraman, keutuhan organisasi BBMC.”
“Memelihara kebersamaan, kesetiakawanan sesama anggota BBMC.”
Notaris BBMC ahu.go.id

Perwakilan Pendaftaran Organisasi

Pada tanggal 13 Oktober 2015 di Notaris YULIANI IDAWATI, yang ditetapkan Pada 16 Maret 2018, SK Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum – Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia : AHU-0004105.AH.01.07.Tahun 2018 | Direktorat Jenderal Administrasi Hukum  Dengan Nama : PERKUMPULAN BIKERS BROTHERHOOD MOTORCYCLES CLUB disingkat BBMC.


Sejarah Panjang dan Berliku

Oleh : Didih Hudaya (Juli 2008).

Semua tidak didapat dengan mudah. Perlu waktu dan sejarah yang panjang serta berliku untuk mampu eksis selama 20 tahun. Menjelma menjadi sebuah komunitas motor tua terbesar di Tanah Air dan terus berkembang tidak hanya untuk dunia otomotif semata. Ini semua berawal dari segelintir anak muda Bandung yang memiliki kesamaan dalam hobi untuk mencintai sekaligus melestarikan motor tua buatan Eropa dan Amerika, semisal Norton, BSA, Royal Enfield, BMW, Triumph, AJS dan Harley-Davidson. Terjadi dipenghujung dekade 1980-an.

Tiga tahun pertama sejak dicetuskan sebagai sebuah kumpulan, komunitas ini mirip sebuah gerombolan yang tidak memiliki visi serta tujuan yang jelas. Namun mereka memiliki titik-titik sakral yang dianggap strategis sebagai tempat berkumpul pada setiap akhir pekan, diantaranya adalah kawasan pelataran parkir Panti Karya, Jalan Merdeka Bandung, atau tempat tinggal salah satu anggota kumpulan, Bebeng dan Bobby dibilangan Jalan Tubagus Ismail Bandung.

Sesekali, mereka juga terlihat kumpul dan kongkow di Seni Rupa ITB, karena beberapa anggota kelompok tersebut kuliah disana. Akhirnya, karena belum memiliki identitas jelas, kelompok ini disebut ‘Barudak Motor Inggris’ atau D ‘ Motor, Anggota kelompok makin bertambah, perlu tempat baru untuk berkumpul. Jadilah rumah Erwin di Jalan Diponegoro No.1 sebagai markas. Konon dari tempat tersebut muncul gagasan yang kelak tercatat dalam sejarah dan menjadi cikal bakal Bikers Brotherhood MC. Pada perkembangannya, mereka yang berkumpul disana disebut sebagai generasi perintis alias SS Diponegoro.

Dengan terbentuknya jajaran generasi Hell, dalam usia yang telah menginjak tahun ke-20, Bikers Brotherhood telah melengkapi diri dengan berbagai tingkatan generasi serta klasifikasi anggota, mulai dari Members of Bikers Brotherhood  : Heaven, Angel, Life Member, Honorary Member, Virgin dan Prospect.

Klub motor ini juga memiliki Vigilante, barisan tatib bernyali besar dan cukup profesional dalam menjalankan tugasnya, terutama untuk menertibkan intern anggotanya atau saat ada gangguan dari luar. Satu yang tak pernah berubah dari kelompok ini, adalah rasa persaudaraan dan kebersamaan serta saling menghargai sesama anggota. Barangkali inilah yang jadi alat utama yang membuat klub tersebut sangat solid hingga kini. Contoh nyata, saat Brother Micko Protonema yang lama sakit karena gangguan pada jantung dan saluran darahnya pada Tahun 2005.

Serentak semua merasa tergugah. Dalam ajang Junkyard Party, digalang pengumpulan dana lewat berbagai cara termasuk lelang motor Ariel kesayangan Micko atau lelang sepatu boots serta konser amal didua tempat. Bahkan dukungan untuk menggalang dana juga dilakukan saat Bro Micko berpulang keharibaanNYA karena penyakit lamanya kambuh kembali dua bulan silam.

Kebesaran Bikers Brotherhood juga tidak terkoyak, saat ada beberapa anggota yang menyatakan diri keluar dari komunitas karena merasa tidak sejalan dengan visi yang ada atau merasa tidak tertampung aspirasinya. Dengan bijak, pentolan Bikers Brotherhood, Lucky ‘Uci’ Hendrawan berujar, “Mereka tetap merupakan bagian dari sejarah Bikers Brotherhood. Namun ibarat helai rambut yang lepas, semua akan terganti dengan jumlah rambut yang lebih subur dan segar. Biarkan itu menjadi sebuah dinamika,” ujarnya.

Kini Bikers Brotherhood tetap berjalan dan optimis menatap masa depan. Rancangan event yang kini berlangsung digagas untuk membangkitkan rasa nasionalisme lewat konsep persaudaraan. Bahkan persaudaraan lintas Negara, juga terus dijalin. Konfirmasi kehadiran telah dilayangkan oleh mereka yang akan tiba dari Belanda, Inggris, USA, Malaysia, Thailand, Singapura dan Negara negara lainnya. “Brotherhood is Our Nation for Unity”. Brother Forever-Forever Brotherhood.

(Penulis adalah pemerhati otomotif hobi dan Wartawan Pikiran Rakyat Bandung)


For BIKERS BROTHERHOOD M.C :
Tak Terasa … udah 20 tahun yeuh !

Oleh: Isf@ndiari, (Juli 2008).

Waktu teman di BB (Tegep Almarhum) meminta saya menulis tentang klub ini, saya agak tersentak. Gila, sudah 20 tahun pertemanan kita ! Tahun 1988, kami sama-sama main di jalan. Walau beda klub tapi teman sepermainan. Tumbuh bareng, bageur dan brengsek juga babarengan, he … he … Makanya waktu diminta nulis, rada bingung oge. Coba … mau memulai timana? Maklum lah! Secara kronologis, rentang waktu 20 tahun bukannya sebentar. Dari sisi dinamika dan romantisme, complicated banget! BB juga penuh warna, dinamis, khususnya saat early times. Belum lagi filosofi Not Dangerous Unless Provokednya, wah Bandung pisan … Tapi saya berusaha memulai. Bae lah nyampur-nyampur, melompat-lompat antara kronologis, lifestyle, imej yang dibangun, sebagai wartawan dan terutama sebagai babaturan deukeut (teman dekat). Teman waktu ABG sampai setelah karolot kieu,. Ha ..ha.. ha…. Pahit manis juga hambar di jalan sudah terasa semua.

Di awal 90-an, kami pernah dirazia bareng di depan jalan merdeka. Kalau nggak salah, yang tertangkap Papeuh (alm.), Joe P-Project, saya dan teman-teman lain. Detail masalah sih udah lupa, tapi ada peristiwa lucu saat itu. Waktu pak polisi tanya kronologis kejadian, Papeuh malah nerangin ‘kronologis’ kalahiran Bikers Brotherhood Bandung.”Kieu pak … kita ini pecinta motor antik!” Polisinya nggak sabar:”Iya saya tahu, pertanyaan saya adalah KRONOLOGIS kejadian!” Tapi Papeuh terus dengan jawaban yang sama. Waktu itu, polisinya kesal, sampai ngegebrak meja segala! … Belum lagi kisah nge-chop alias potong memotong sasis jadi rigid. Waktu itu tak pernah kepikiran motor Inggris dipotong-potong atau bikin frame baru ala chopper. Tapi BB berani melakukannya.Sip lah!

Kemudian berita di jalan kami dengar ada klub baru. Sejarahnya masih absurd. Teman-teman saya yang kuliah di seni rupa ITB bilang klub ini lahir karena suka kemping (the campers?) salah satunya Goy Gautama, yang kebetulan temannya kakak pacar saya. Waktu apel sesekali ketemu Goy dan cerita soal klub ini. Di saat yang sama, tongkrongan saya di Lingkar Selatan membentuk Merzy Motorcycle Club alias MMC yang kemudian berubah jadi Outsiders Bandung.

Saat nongkrong obrolan nyerempet ke gosip lahirnya komunitas di luar HCB dan MACI Bandung. Saya dengar namanya De Motors dan belum punya colors alias lambang pasti. Syukurlah, komunitas ini berkembang pesat dan sedikit terorganisir lewat paketu Benny Gumilar akrab dipanggil kang Bebeng. Moga bener …

Pas Summer Camp HDCI di Linggajati, komunitas ini sudah punya nama sakral, Bikers Brotherhood. Kami langsung salut .., nama yang bagus, universal, kaya filosofi dan merangkul banyak varian dan genre modif. Hampir di saat yang sama, nongol film bikers berjuluk Stone Cold. Kebetulan gengnya juga bernama Brotherhood! Waktu ngobrol-ngobrol sama mereka, gambar tengkorak ber-flyers cap & goggles punya arti dalam, brother till’ the bone. Palu & kunci inggris (monkey wrench) bukanlah asal gambar! Mereka adalah tools kit standard ber-shape unik dan mewakili semangat kerja keras … Nice symbol dudes!

Hubungan paling intens di early times tadi ada saat pesta bikers di Kelpie, Gasibu. Malah dulu pernah ada lomba drag liar antara Outsiders sama Bikers Brotherhood di ajang ini. Foto-fotonya ada di salah satu teman saya dan jadi salah satu kenangan manis kita semua. Mun teu salah, bintang dari BB, Si Best sedang dari Outsiders, kami lupa lagi. Ha.. ha.., maklum geus kolot ! Setelah bekerja di media, khususnya Motor Plus, keinginan mengangkat klub ini sungguh besar. Bukan karena babaturan atau sama-sama dari Bandung, tapi lebih pada nilai jurnalistik yang dipunyai BB.

Di sisi wartawan, BB selalu bikin kejutan. Di dunia modif, trend speedway yang diusung Gani misalnya, jadi trend di kalangan pecinta customized. Virus scrambler, cafe racer juga chopper ol skool sampai Pro Street modern juga jadi andalan klub ini. Gaya hidup bikers ‘baong’ yang intelek plus fashionable juga jadi ciri khas BB. Terlepas dari imej brutal, dekat jeung cai naraka, barudak brother (istilah beken pertengahan 90-an, sekarang dikenal barudak BB) adalah tipikal bandungers banget !

Di sisi wartawan, ‘skenario’ dan strategi bisnis BB juga jadi bahan tulisan yang asyik disimak. Manuver Tegep Boots dengan Comrades-nya, membuka mata pecinta variasi dan fesyen bikers akan mutu lokal. Pasar yang agak ekslusif membawa imej yang baik. Belum lagi gebrakan para seniman di BB macam Goy, Best, Ekek dan banyak lagi, membuat kharisma klub ini makin kuat.

Oh enya, nu kurang alusnya juga ada euy. Maklum klub sudah sangat besar, banyak anggota BB baik prospect, virgin ataupun life members yang kurang bisa menjaga kharisma itu. Mungkin terlalu chauvinis, arogan atau over acting. Beberapa oknum kurang mewakili imej BB yang liar tapi tetap beretika dan intelek. Tah untuk soal ini, pengurus BB pastinya punya strategi jitu dalam penanganannya. Maklum dah tak ada mesin yang tak retak! Begitu meureun … Met jareg ke-20 Bikers brotherhood! Salam ka barudak ….

(Penulis adalah wartawan Motor-Plus, Anggota MMC-Outsiders Bandung).

DOWNLOAD : Koran Mother Chapter Juli 2008 | 10.57mb pdf